Tingginya tingkat kecacatan produk pada industri pengecoran logam sering kali menjadi penghambat utama efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan, sehingga memerlukan strategi pengendalian kualitas yang terukur dan sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dalam pengendalian kualitas produk wajan aluminium di CV. Aluminium GN. Penelitian dilaksanakan pada periode Agustus–November 2025 dengan jumlah sampel 10.440 unit produksi, di mana ditemukan 2.830 unit cacat atau sebesar 27,1%. Berdasarkan analisis diagram Pareto, cacat dominan terdiri atas cacat berlubang (49,68%), retak (29,29%), dan cacat mrayan (21,02%). Penerapan metodologi DMAIC menunjukkan nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) rata-rata sebesar 90.413,124 dengan level sigma 2,84, yang menandakan kapabilitas proses masih berada pada level sigma 3. Analisis sebab akibat mengidentifikasi faktor utama penyebab cacat yang meliputi manusia, mesin, material, metode, lingkungan, dan pengukuran. Hasil analisis FMEA menunjukkan cacat mrayan memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 294 sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada penerapan SOP terstandar, perawatan mesin berkala, pengendalian komposisi material, serta peningkatan kompetensi operator. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam menurunkan tingkat cacat produk secara signifikan.
Copyrights © 2026