Kemampuuan berpikir kritis adalah keterampilan untuk menyelesaikan secara sistematis, logis sehingga dalam mengambil kesimpulan di dasari oleh data yang ada. Keterampilan menganalisis informasi, mengevaluasi argument, dan membuat keputusan berdasarkan fakta yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis digunakan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan permasalahan sedangkan wawancara digunakan untuk menggali informasi secara mendalam untuk mengetahui informasi berkaitan dengan penyelesaian permasalahan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Larangan. Materi yang digunakan adalah persamaan garis lurus. Analisis data dilakukan dengan triangulasi yaitu membandingkan data dari sumber (tes tertulis dan wawancara). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) siswa kategori tinggi tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yaitu menginterpretasi, menganalisis, melakukan pemecahan masalah, dan melakukan evaluasi akan tetapi siswa mengalami kesulitan dalam melakukan inferensi atau menarik kesimpulan; 2) siswa kategori sedang tidak mengalami kesulitan dalam melakukan interpretasi, analisis, pemecahan masalah akan tetapi siswa mengalami kesulitan dalam mengalukan evaluasi dan inferensi. 3) siswa kategori rendah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan karena siswa mengalami kesulitan dalam menginterpretasi, menganalisis, memecahkan masalah, melakukan evaluasi dan menarik kesimpulan dalam menyelesaikan permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa siswa belum terbiasa menyelesaikan soal kontekstual sehingga siswa perlu dibiasakan untuk mengerjakan soal soal kontekstual agar tidak mengalami kesulitan dalam berpikir kritis.
Copyrights © 2026