Penggunaan bahasa lokal dalam pemanduan wisata, penamaan destinasi, pertunjukan budaya, narasi sejarah lokal, dan interaksi sosial dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budayanya sendiri. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dalam banyak kegiatan pariwisata, bahasa lokal sering kali terpinggirkan oleh penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Pertimbangan kepraktisan, komersialisasi, dan orientasi pasar global sering dijadikan alasan utama. Akibatnya, bahasa lokal tidak memperoleh ruang yang memadai dalam ranah pariwisata, padahal ranah ini memiliki potensi besar sebagai media revitalisasi dan pemertahanan bahasa daerah. Kajian yang mengintegrasikan bahasa lokal, identitas budaya, dan pariwisata dalam perspektif sosiolinguistik masih relatif terbatas. Padahal, pendekatan sosiolinguistik memungkinkan analisis yang lebih komprehensif mengenai fungsi sosial bahasa, sikap bahasa masyarakat, serta relasi antara bahasa, budaya, dan kekuasaan dalam ranah pariwisata. Oleh sebab itu, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bahasa lokal Sumbawa sebagai identitas budaya masyarakat. Menganalisis bentuk dan fungsi penggunaan bahasa lokal Sumbawa dalam kegiatan pariwisata berbasis kearifan lokal. Kemudian selanjutnya mengkaji sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap penggunaan bahasa lokal Sumbawa dalam engembangan pariwisata. Metode Penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu dengan teknik mereduksi, display data dan verifikasi data. Hasil analisis menunjukan bahwa Bahasa Lokal Sumbawa merupakan identitas budaya. Bahasa Sumbawa memiliki fungsi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap Bahasa Sumbawa cenderung positif, namun belum sepenuhnya terimplementasi dalam praktik pariwisata. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah Bahasa Sumbawa berperan strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal karena mampu menghadirkan autentisitas dan menjadi media representasi budaya daerah kepada wisatawan. Meskipun demikian, sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap penggunaan Bahasa Sumbawa pada umumnya bersifat positif, penerapannya dalam praktik pariwisata masih belum optimal.
Copyrights © 2026