Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional yang berperan penting dalam pembentukan karakter, akhlak, dan spiritual santri. Tradisi pesantren tidak sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi sarana internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter yang berakar pada ajaran Islam dan budaya kepesantrenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi pesantren serta relevansinya dalam pembinaan karakter generasi masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis buku, artikel ilmiah, dokumen resmi pesantren, dan literatur penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di pesantren meliputi internalisasi nilai keimanan dan ketakwaan melalui ibadah rutin, pengajian, tadarus, dan keteladanan kyai; nilai disiplin dan tanggung jawab melalui jadwal harian, amanah, dan pengelolaan kegiatan pesantren; nilai kerjasama dan kepedulian sosial melalui kerja bakti, pendampingan adik kelas, dan kegiatan sosial, serta nilai kejujuran, integritas, dan kemandirian melalui pembiasaan berkata jujur, konsistensi tindakan, dan pengelolaan diri. Pembentukan karakter ini didukung oleh praktik sehari-hari, interaksi sosial, pengalaman moral, serta refleksi nilai, yang sesuai dengan teori pendidikan karakter Lickona, perkembangan moral Kohlberg, pembelajaran sosial Bandura, Character Education Berkowitz & Bier, dan Value Clarification. Dengan demikian, tradisi pesantren membentuk santri yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan sosial, memiliki integritas moral, serta siap menghadapi tantangan kehidupan modern. Penelitian ini memberikan pemahaman empiris mengenai efektivitas tradisi pesantren dalam membentuk karakter unggul yang holistik dan relevan bagi generasi muda.
Copyrights © 2025