Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami kecemasan akibat tuntutan akademik seperti penyelesaian skripsi, wisuda, dan perbandingan sosial. Kecemasan yang tidak terkelola dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran konseling individu berbasis humanistik dalam membantu mahasiswa tingkat akhir mengelola kecemasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tiga mahasiswa tingkat akhir sebagai subjek yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan muncul akibat overthinking, keraguan diri, ketakutan tidak lulus tepat waktu, dan perbandingan sosial. Konseling humanistik yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan kejujuran konselor efektif membantu mahasiswa meningkatkan kesadaran diri, menemukan makna personal, dan memperkuat kepercayaan diri dalam menyelesaikan skripsi.
Copyrights © 2025