Artikel ini mengkaji studi orientalisme terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh sarjana Barat dengan menyoroti pengertian, objek kajian, ruang lingkup, serta latar belakang kemunculannya. Kajian orientalis terhadap Al-Qur’an umumnya menggunakan pendekatan historis-kritis yang memandang Al-Qur’an sebagai teks sejarah yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan politik, sehingga berbeda dengan perspektif Islam yang memandangnya sebagai wahyu ilahi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kecenderungan, metode, serta motif yang melatarbelakangi kajian orientalis dalam studi Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku dan artikel jurnal karya sarjana Barat serta cendekiawan Muslim. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan historis dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian orientalis terhadap Al-Qur’an mencakup isu keaslian teks, sejarah kodifikasi, bahasa, sastra, dan penafsiran, yang sebagian dipengaruhi oleh kepentingan ideologis dan misionaris. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian analisis kritis yang menempatkan orientalisme secara proporsional sebagai wacana akademik yang perlu disikapi secara selektif dan objektif.
Copyrights © 2026