Plasmolisis merupakan fenomena fisiologis penting pada sel tumbuhan yang terjadi akibat perbedaan tekanan osmotik antara sel dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan larutan air biasa(hipotonik) dan larutan gula (hipertonik) terhadap kondisi fisiologis sel kentang (Solanum tuberosum L.) melalui pengamatan perubahan volume air dan massa kentang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen sederhana dengan perlakuan tunggal dua kondisi larutan. Umbi kentang dilubangi pada bagian tengah, diisi masing-masing denganair biasa dan larutan gula, kemudian direndam dalam gelas beaker selama 1 jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kentang dalam air biasa mengalami penurunan volume air dari 3,0 cm menjadi 2,5 cm tanpa terjadi plasmolisis, sedangkan kentang dalam larutan gula menunjukkan peningkatan kedalaman rongga dari 3,0 cm menjadi 3,2 cm dan bertambahnya volume air di beaker, menandakan terjadinya plasmolisis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa tekanan osmotik lingkungan sangat menentukan arah perpindahan air dan kondisi turgiditas atau plasmolisis pada seltumbuhan. Kentang terbukti efektif sebagai model praktikum untuk mengamati respon sel tumbuhan terhadap perbedaan tekanan osmotik secara makroskopis.
Copyrights © 2025