Jembatan merupakan bangunan yang memiliki peranan penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat setempat. Pentingnya pemahaman terhadap daya dukung tanah pada sayap jembatan ini tidak dapat diabaikan, mengingat kondisi tanah yang beragam di wilayah tersebut. Sayap jembatan Kare mengalami longsor di sisi bagian utara akibat gerusan dari aliran air Bengawan solo. untuk itu perlu analisis stabilitas tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai perbandingan stabilitas lereng, mensimulasikan TPT sebagai perkuatan tanah dan mengetahui nilai Safety Factor (SF) stabilitas lereng. Metode yang digunakan adalah Janbu dan Bishop. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan simulasi jenis perkuatan dinding penahan tanah setinggi 7 meter, panjang 11,45 meter lebar tumit bawah 4 meter dan lebar tumit atas 0,20 meter dengan analisis perhitungan menggunakan metode Bishop didapatkan nilai sebesar Sf = 2,571 dan dengan metode Janbu diperoleh nilai sebesar Sf = 1,986 dengan nilai faktor keamanan Sf = 1,25 yang artinya lereng tersebut stabil dari bahaya keruntuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan menggunakan perangkat lunak Janbu yang digunakan pada bidang longsor Sirkular maupun Non-Sirkular dan Bishop pada bidang Longsor Sirkular saja. Kedua metode tersebut lebih efektif digunakan untuk permodelan dan menganalisis kondisi di bawah permukaan tanah.
Copyrights © 2025