Sekitar 89% kematian dini akibat polusi udara terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menegah. Pembakaran biomassa merupakan sumber polusi udara dalam ruang yang menghasilkan polutan tinggi seperti Karbonmonoksida (CO) dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada penghuni rumah, diperkirakan 2,9 juta kematian per tahun akibat polusi udara dalam ruang, termasuk kematian anak-anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gas CO pada rumah tangga pengguna biomassa kayu bakar di Kelurahan Takofi. Merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain crossectional. Jumlah sampel sebanyak 66 KK, diambil secara simple random sampling. Paparan CO diukur menggunakan alat multigas detector dengan titik sampling di dekat tungku ketika kayu bakar sedang dinyalakan, dilakukan pengukuran parameter lingkungan meliputi suhu, kelembaban dan luas ventilasi. Hasil menunjukkan seluruh responden memiliki nilai konsentrasi CO yang melebihi standar dengan rata-rata 198,1 ppm. Rata-rata suhu, kelembaban dan ventilasi secara berturut-turut 32,04℃, 73,42% dan 15,3%. Disarankan agar masyarakat mengurangi paparan CO melalui upaya pembakaran efektif seperti penggunaan kayu kering, membuka pintu saat memasak, serta dapur terpisah dari rumah utama
Copyrights © 2025