Rendahnya partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) menjadi tantangan dalam upaya deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor psikologis, budaya dan norma sosial dengan keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA di Puskesmas Kota Barat. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 97 responden dan penentuan sampel ditentukan melalui rumus Slovin, menggunakan kuesioner standar. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis berhubungan signifikan dengan keikutsertaan WUS (p = 0,018) dan budaya norma sosial juga berhubungan signifikan (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa ketakutan, kecemasan, rasa malu, serta nilai budaya yang menganggap pemeriksaan organ reproduksi sebagai hal tabu menjadi penghambat utama perilaku skrining. Puskesmas perlu menguatkan edukasi berbasis budaya dan pendekatan psikologis untuk meningkatkan cakupan IVA.
Copyrights © 2025