Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan status gizi dan kesehatan siswa, namun pelaksanaannya di tingkat sekolah masih menghadapi kendala operasional, khususnya pada sistem logistik dan distribusi. Penelitian ini mengevaluasi implementasi logistik MBG di SMAN 2 Kota Bitung serta merumuskan strategi penguatannya berdasarkan pengalaman para pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 informan kunci, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan model Braun dan Clarke. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu disrupsi operasional akibat keterlambatan distribusi rutin, terutama pada hari Jumat; koordinasi yang terfragmentasi dan komunikasi yang bersifat reaktif antaraktor; serta peluang transformasi menuju sistem yang lebih responsif melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kendala logistik MBG bersifat sistemik dan berakar pada lemahnya tata kelola komunikasi dan koordinasi. Penguatan sistem memerlukan pembangunan platform kolaborasi terstruktur, didukung oleh sistem komunikasi terpadu dan penataan manajemen rantai pasok untuk meningkatkan ketepatan waktu, akuntabilitas, dan keberhasilan program.
Copyrights © 2025