Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif faktor-faktor penyebab ketimpangan akses pendidikan di Indonesia serta implikasinya terhadap perkembangan peserta didik dan peran layanan bimbingan konseling (BK) di sekolah. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji tujuh jurnal ilmiah serta berbagai sumber relevan terkait ketimpangan sosial ekonomi, geografis, budaya, infrastruktur, dan gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketimpangan pendidikan berdampak signifikan terhadap aspek akademik, psikologis, sosial, dan emosional peserta didik, termasuk rendahnya motivasi belajar, learning loss, keterbatasan keterampilan sosial, serta meningkatnya risiko marginalisasi psikologis. Penelitian juga menemukan bahwa layanan BK memiliki peran strategis dalam memberikan intervensi adaptif melalui konseling individual, layanan responsif, bimbingan kelompok, penguatan resiliensi, advokasi siswa rentan, serta edukasi kebijakan bagi orang tua dan sekolah. Selain itu, efektivitas kebijakan pemerintah seperti KIP, ADEM, digitalisasi sekolah, dan program SEBsP sangat dipengaruhi oleh sinergi pusat–daerah dan kualitas monitoring. Studi ini menegaskan perlunya kolaborasi multi-pihak dan penguatan layanan BK untuk mengurangi dampak ketimpangan serta mendukung pemerataan pendidikan yang berkeadilan.
Copyrights © 2025