Rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar menjadi permasalahan yang berdampak pada rendahnya keterlibatan dan efektivitas proses pembelajaran. Data awal di MIN 10 Bandar Lampung menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik kelas V masih memiliki minat belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) berbantuan media video animasi tiga dimensi terhadap minat belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen berbentuk nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 60 peserta didik kelas V yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Secara statistik, hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa penerapan model VAK berbantuan media video animasi tiga dimensi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar peserta didik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi model pembelajaran VAK dengan media interaktif digital efektif dalam meningkatkan minat belajar IPAS. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan pembelajaran multimodal berbasis media inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2025