Efisiensi distribusi logistik di kawasan desa wisata menghadapi tantangan unik: kebutuhan untuk meminimalkan biaya transportasi seringkali berbenturan dengan kenyamanan wisatawan akibat lalu lintas kendaraan pengangkut. Hal ini tentu saja emmbutuhkan satu solusi terintegrasi seperti implementasi Algoritma Artificial Bee Colony (ABC) dalam mengoptimalkan rute dengan tetap mempertimbangkan dampak gangguan terhadap aktivitas wisata (Crowd Disturbance). Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan model Bee Colony Optimization (BCO) Multi-Objektif yang mengintegrasikan "Penalti Keramaian" (Crowd Penalty) ke dalam fungsi tujuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi oleh Algoritma BCO menghasilkan efisiensi 40.6% pada biaya distribusi, dan efisiensi sebesar 4.4% pada totak jarak tempuh dengan mempertimbangkan penggunaan armada dan kondisi lalu lintas.
Copyrights © 2026