Film merupakan media komunikasi visual dan auditori yang mampu menyampaikan berbagai pesan moral, sosial, dan budaya, serta memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter masyarakat, termasuk peserta didik. Salah satu bentuk film yang semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja adalah animasi. Di tengah maraknya animasi asing yang kurang edukatif, kehadiran animasi lokal seperti Keluarga Somat menjadi alternatif tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan nilai-nilai moral dan budaya Indonesia. Serial Keluarga Somat menyajikan kisah kehidupan sehari-hari keluarga sederhana dengan sentuhan budaya lokal, serta menyampaikan pesan-pesan positif seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan cinta keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih karena bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami fenomena budaya lokal yang terdapat dalam serial animasi Keluarga Somat secara naratif dan mendalam. Peneliti menyimpulkan bahwa serial Keluarga Somat merepresentasikan budaya lokal Indonesia melalui simbol-simbol visual. Secara denotatif, serial ini menampilkan kehidupan keluarga dengan latar perdesaan yang khas Indonesia. Simbol-simbol budaya lokal seperti pakaian adat, bahasa sehari-hari (dialek Jawa), serta perilaku tokoh-tokohnya menghadirkan makna konotasi yang berfungsi membangun kesan keakraban, kesederhanaan dan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat. Serial Keluarga Somat mengonstruksi ideologi "ke-Indonesiaan" yang harus dipertahankan sebagai nilai inti di tengah arus globalisasi. Kata Kunci : Representasi budaya lokal, Animasi, Keluarga Somat.
Copyrights © 2025