Populasi lanjut usia saat ini semakin meningkat. Oleh karena itu, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan lanjut usia yang ditujukan untuk mencapai masa tua bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok lanjut usia ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan di tingkat masyarakat yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia. Berdasarkan data dari wawancara dengan ketua Posyandu Lansia RW 09 Tanjung, diketahui bahwa pengelolaan posyandu masih seadanya karena keterbatasan tenaga dan fasilitas. Selain itu, banyak lansia yang kurang sadar akan kesehatan dan masih berorientasi pada kehidupan dunia. Keterbatasan pengelola juga menjadi faktor, karena pengurus hanya terdiri dari tiga orang tanpa adanya kader yang memadai. Partisipasi lansia juga rendah, dengan hanya 20-25 lansia yang aktif dari total 107 lansia terdaftar pada Februari 2024. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan pelatihan manajemen posyandu lansia dan membentuk program pesantren lansia dengan kurikulum yang terstruktur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah studi pendahuluan, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan. Setelah pelatihan, pengetahuan tentang manajemen posyandu lansia meningkat secara signifikan. Sebelum pelatihan, 80% peserta memiliki pengetahuan yang kurang, namun setelah pelatihan, 80% peserta memiliki pengetahuan yang baik. Diharapkan, program ini dapat membantu mewujudkan lansia yang sehat secara fisik dan mental serta lebih bertaqwa.
Copyrights © 2025