Transformasi digital telah menjadikan e-learning sebagai medium utama dalam pendidikan tinggi untuk pembelajaran dan keterlibatan akademik. Penelitian ini menelaah bagaimana akses dan partisipasi mahasiswa mencerminkan literasi kewarganegaraan digital. Pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik diterapkan pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dengan data dikumpulkan melalui Digital Citizenship Scale dan pre-test/post-test. Analisis meliputi statistik deskriptif, korelasi, regresi, t-test, dan ANOVA. Hasil menunjukkan literasi kewarganegaraan digital mahasiswa berada pada tingkat menengah, dengan akses dan partisipasi digital sebagai kekuatan utama, sementara kesadaran hukum dan keamanan digital masih terbatas. Intensitas dan variasi aktivitas e-learning menjadi prediktor utama literasi, dan intervensi berbasis studi kasus efektif meningkatkan pemahaman hukum dan etika digital. Temuan ini menekankan pentingnya kurikulum e-learning yang mendorong partisipasi aktif, kesadaran hukum, dan etika digital, serta menjadi dasar empiris bagi praktik pembelajaran digital yang inklusif
Copyrights © 2025