Kota Bontang merupakan wilayah pesisir strategis di Kalimantan Timur dengan potensi budidaya rumput laut yang besar, terutama jenis Kappaphycus alvarezii. Namun, budidaya rumput laut menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan yang memengaruhi kestabilan produksi dan kesehatannya. Keadaan ini diperparah dengan perubahan iklim global yang berdampak negatif pada hasil panen. Kesehatan rumput laut sangat tergantung pada kualitas air yang optimal, agar fotosintesis dan pertumbuhan tanaman berlangsung maksimal. Plankton sebagai bioindikator dari kualitas air sangat sensitif terhadap perubahan fisika dan kimia perairan yang dapat mencerminkan kesehatan ekosistem budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunitas plankton melalui analisis indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi sebagai metode bioindikator yang efektif dalam memantau kesehatan rumput laut. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel pada 3 stasiun menggunakan metode acak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelimpahan plankton didominasi Kelas Bacillariophyceae (fitoplankton), Kelas Copepoda (zooplankton), indeks keanekaragaman plankton (H’) 1,90-2,19 kategori sedang, indeks keseragaman plankton (E’) 0,97-0,98 kategori tinggi, dan indeks dominansi plankton (D’) 0,12-0,16 kategori tinggi. Kombinasi jenis kelimpahan plankton dan ketiga indeks ini dapat menjadi bioindikator efektif untuk menilai kondisi kesehatan budidaya rumput laut.
Copyrights © 2025