Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kelimpahan Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis Linnaeus 1758) Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang Fadila, Muhammad Imam; Mardiastuti, Ani; Mulyani, Yeni Aryati
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Volume 27 Issue 1 Year 2025
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2025.66454

Abstract

The cattle egret (Bubulcus ibis) utilizing landfill sites for foraging is not a new or rare phenomenon. However, to date, there is no scientific data on the presence of cattle egrets in landfill areas on a national scale. This study aimed to determine the abundance dynamics of cattle egrets at the Jatibarang landfill. Data collection on individual count dynamics was carried out using the Concentration Count method. Initially, this method involved identifying strategic areas to facilitate counting individual birds in each Active Zone. Bird censuses were conducted from 06:00 to 18:00 WIB using hourly photographic documentation. Data on the dynamics of cattle egret abundance in each Active Zone were tabulated using Microsoft Excel 2016, and graphs were produced to show the average number of individuals during the study. The results showed that the abundance dynamics varied among Active Zones, influenced by the status of waste disposal activities, which affected the availability of abundant food. The distribution patterns and utilization levels of cattle egrets in the three Active Zones differed due to variations in waste conditions, influencing the number and types of insects (larvae and adults). Active Zone 1 was intensively used by cattle egrets, with numbers reaching between 140 and 1505 individuals.
Analisis Keanekaragaman Plankton Sebagai Bioindikator Kesehatan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii di Bontang, Kalimantan Timur Reynalta, Ricko; Anjasmara, Aang Setyawan; Fadila, Muhammad Imam; Rizal, Daisy Rahma; Rusdi, Rismawaty; Anugerah, Putri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7817

Abstract

Kota Bontang merupakan wilayah pesisir strategis di Kalimantan Timur dengan potensi budidaya rumput laut yang besar, terutama jenis Kappaphycus alvarezii. Namun, budidaya rumput laut menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan yang memengaruhi kestabilan produksi dan kesehatannya. Keadaan ini diperparah dengan perubahan iklim global yang berdampak negatif pada hasil panen. Kesehatan rumput laut sangat tergantung pada kualitas air yang optimal, agar fotosintesis dan pertumbuhan tanaman berlangsung maksimal. Plankton sebagai bioindikator dari kualitas air sangat sensitif terhadap perubahan fisika dan kimia perairan yang dapat mencerminkan kesehatan ekosistem budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunitas plankton melalui analisis indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi sebagai metode bioindikator yang efektif dalam memantau kesehatan rumput laut. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel pada 3 stasiun menggunakan metode acak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelimpahan plankton didominasi Kelas Bacillariophyceae (fitoplankton), Kelas Copepoda (zooplankton), indeks keanekaragaman plankton (H’) 1,90-2,19 kategori sedang, indeks keseragaman plankton (E’) 0,97-0,98 kategori tinggi, dan indeks dominansi plankton (D’) 0,12-0,16 kategori tinggi. Kombinasi jenis kelimpahan plankton dan ketiga indeks ini dapat menjadi bioindikator efektif untuk menilai kondisi kesehatan budidaya rumput laut.