Keterikatan karyawan merupakan aspek penting yang memengaruhi keberlanjutan produktivitas perusahaan manufaktur yang memiliki tuntutan kerja tinggi. Rendahnya keterikatan sering disebabkan oleh kompensasi yang tidak memadai, lingkungan kerja yang kurang nyaman, serta motivasi kerja yang menurun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap keterikatan karyawan, serta menilai peran motivasi sebagai variabel mediasi pada perusahaan manufaktur di kawasan Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 68 responden, dan data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Uji T dan Uji F, sementara Uji Sobel digunakan untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan keterikatan karyawan. Selain itu, motivasi terbukti memediasi hubungan kompensasi dan lingkungan kerja terhadap keterikatan. Temuan ini menegaskan pentingnya kompensasi yang adil, lingkungan kerja kondusif, dan motivasi yang kuat dalam meningkatkan keterikatan karyawan.
Copyrights © 2025