Penelitian ini mengkaji tradisi ruwetan laut atau sedekah laut yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan laut yang mereka peroleh sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi ruwetan laut, menganalisis makna dan fungsi sosial-religius yang terkandung di dalamnya, serta mengidentifikasi tantangan pelestarian tradisi di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam dengan para pelaku tradisi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwetan laut di Tanjung Kait telah mengalami akulturasi antara kepercayaan lokal dengan nilai-nilai Islam, tercermin dari prosesi yang diawali dengan tahlilan dan doa-doa Islami. Tradisi ini memiliki fungsi penting dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan. Namun, tradisi ini menghadapi tantangan berupa berkurangnya partisipasi generasi muda akibat urbanisasi dan perubahan orientasi mata pencaharian. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui pendekatan yang melibatkan generasi muda dan dukungan pemerintah daerah tanpa mengubah esensi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini.
Copyrights © 2025