Pelestarian bahasa daerah menjadi semakin penting di tengah arus globalisasi yang berpotensi menggerus identitas budaya loKal. Dalam konteks tersebut, penggunaan bahasa Banjar dalam pembelajaran muatan local di SDN Karang Mekar 9 Banjarmasin menjadi upaya strategis untuk memperkuat karakter dan identitas budaya siswa, Penelitian ini menganalisis strategi guru dalam mengintegrasikan bahasa Banjar, sekaligus mengidentifikasi tantangan serta dampaknya bagi siswa, guru, dan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, serta dokumentasi yang berfokus pada praktik pembelajaran bahasa Banjar di sekolah dasar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dan kooperatif, antara lain dengan mengaitkan materi pada kehidupan sehari-hari siswa serta memanfaatkan media kreatif seperti permainan bahasa, lagu daerah, dan video pembelajaran. Integrasi tersebut memberikan dampak positif berupa meningkatnya kemampuan berbahasa, rasa percaya diri, dan kebanggaan siswa terhadap budaya Banjar. Meski demikian, beberapa tantangan masih ditemukan, seperti keterbatasan media ajar, variasi kemampuan bahasa siswa, dan kurangnya konsistensi penggunaan bahasa Banjar di lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi bahasa Banjar dalam pembelajaran berperan penting dalam penguatan identitas budaya siswa serta memperkaya teori pembelajaran kontekstual. Implikasinya, diperlukan dukungan sekolah dan kebijakan pendidikan yang lebih kuat untuk mendorong pelestarian bahasa daerah
Copyrights © 2025