Surau Nagari, khususnya di Minangkabau, telah lama menjadi pilar penting dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan budaya masyarakat. Penelitian ini mengkaji fungsi sosial Surau Nagari Lubuak Bauak di Batipuah Baruah, Sumatera Barat, yang telah menjadi bagian integral dari identitas lokal dan keagamaan. Meskipun surau secara tradisional berfungsi sebagai pusat ibadah, pendidikan agama dan adat, serta tempat musyawarah, peran sosialnya sering kali tidak terdokumentasi dengan baik. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sejarah dan sosial, didukung oleh wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengamatan langsung, untuk menelusuri sejarah, fungsi awal, pergeseran peran, serta revitalisasi Surau Lubuak Bauak di tengah modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surau Lubuak Bauak, yang didirikan antara tahun 1884-1901, awalnya berperan sebagai pusat pendidikan karakter pemuda, lembaga pendidikan Islam terkemuka, pusat musyawarah, dan benteng pelestarian budaya lokal. Namun, seiring waktu, fungsinya bergeser menjadi pusat kegiatan keagamaan yang lebih terbatas dan simbol sejarah serta objek wisata budaya. Meskipun demikian, surau ini telah merevitalisasi perannya sebagai penanda identitas kultural, pusat pendidikan Al-Qur'an dan karakter anak, ruang publik multifungsi untuk kegiatan komunitas, serta aset wisata budaya berbasis komunitas. Transformasi ini menunjukkan adaptasi Surau Lubuak Bauak dalam menjaga relevansinya di tengah tantangan zaman, sekaligus menegaskan pentingnya surau sebagai lembaga sosial yang dinamis dalam masyarakat Minangkabau
Copyrights © 2025