Teologi Islam klasik kerap dikritik karena dianggap terlalu berorientasi pada teks dan terputus dari realitas sosial modern, lebih banyak berkutat pada perdebatan metafisik daripada masalah kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Hassan Hanafi mengenai tafsir transformatif yang menggeser paradigma teologi dari tekstual menuju kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang berfokus pada karya utama Hanafi, Min al-‘Aqidah ila al-Thawrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hanafi mendekonstruksi teologi fatalistik dan merekonstruksinya menjadi teologi pembebasan. Ia menafsirkan simbol-simbol keagamaan secara kontekstual: Tauhid sebagai persatuan sosial melawan stratifikasi, serta figur Firaun, Qarun, dan Haman sebagai arketipe dari tirani politik, monopoli ekonomi, dan legitimasi intelektual atas penindasan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa tafsir transformatif Hanafi menjadikan Al-Qur’an sebagai energi etis untuk perubahan sosial, yang menuntut agar iman dimanifestasikan dalam praksis perlawanan terhadap ketidakadilan struktural.
Copyrights © 2025