Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

- Al-Qur’an Perspective on Gender Equality in Community Empowerment Through Philanthropy during the 19th Pandemic: Al-Qur’an Perspective on Gender Equality in Community Empowerment Through Philanthropy Nur Arfiyah Febriani; lilis fauziyah balgis
Jurnal Bimas Islam Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v14i2.488

Abstract

This study aims to analyze the potential of women in philanthropic activities during the covid 19 pandemic which was carried out by the author as a member of Fatayat NU Bogor Regency. This is to erode the stereotype of women who are considered passive, receptive, and give up easily in dealing with life's problems. This study uses a descriptive qualitative approach by reviewing facts, expert opinions, interviews with sources, relevant theoretical studies and is equipped with the maudu'i interpretation method in analyzing verses related to philanthropy. This study found that women have the same potential as men in carrying out philanthropic activities. Fatayat Bogor Regency's philathropic activities are applied in the family, community, school and community organizations. Philanthropy activities are not only in worship activities such as zakat infaq and sadaqah, but also in mu'amalah activities such as in the economic and agricultural fields.
KECERDASAN GENDER DALAM KEPEMIMPINAN POLITIK PERSPEKTIF AL-QURAN Nur Arfiyah Febriani; Daiyyana Sari
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 25 No. 1 (2025): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an
Publisher : LP2M Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.99 KB)

Abstract

The conclusion of this article is that the formulation of the concept of gender intelligence in political leadership contains ideas and inspirations to be implemented in managing political power. The formulation of gender intelligence consists of four aspects: First, The ability of leaders to understand the equality of political rights of men and women in the scope of political power. Second, The ability of leaders to apply male and female thinking tendencies in managing political power.Third, The ability of leaders to apply male and female thinking tendencies in managing political power. Fourth, The ability of leaders to apply models of emotional regulation in managing political power. The representation of a gender-intelligent leader is characterized by the ability to balance femininity and masculinity, bringing the worldly dimension to the spiritual dimension (Divinity). So that leaders are able to arouse, influence and move through exemplary behavior, service, compassion, to achieve political goals.
Manajemen Energi Terbarukan sebagai Penanggulangan Emisi Karbon Perspektif Al-Qur’an Teuku Khaidir; Nur Arfiyah Febriani; Muhammad Hariyadi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep manajemen energi terbarukan sebagai strategi penanggulangan emisi karbon dalam perspektif Al-Qur’an, dengan menempatkan prinsip keberlanjutan, keseimbangan ekologis, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi sebagai dasar analisis utama. Melalui metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menelusuri ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan larangan perusakan lingkungan, kewajiban menjaga keseimbangan (mîzân), serta etika pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berlebihan (isrâf), untuk mengidentifikasi fondasi moral dan teologis bagi pengembangan energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani memberikan arahan yang relevan bagi manajemen energi modern, termasuk pentingnya efisiensi, konservasi, inovasi teknologi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya berbasis keberlanjutan. Pembahasan mengungkap bahwa penerapan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa sejalan dengan prinsip ishlâh yang menekankan usaha perbaikan dan pencegahan kerusakan lingkungan akibat tingginya emisi karbon. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dengan praktik manajemen energi terbarukan dapat menjadi kerangka solusi yang holistik, etis, dan aplikatif dalam menjawab tantangan perubahan iklim global dan krisis ekologis.
Pendidikan Sumber Daya Manusia Bidang Ekonomi Perspektif Al-Qur’an Murhandi; Hamdani Anwar; Nur Arfiyah Febriani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3198

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ekonomi perspektif Al-Qur’an sebagai dasar pembentukan kualitas individu yang berkarakter, profesional, dan beretika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta metode tafsir maudhu’i untuk menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan tema pengembangan SDM ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan komprehensif bagi pengembangan SDM, meliputi pembentukan jiwa wirausaha, kemampuan membaca peluang usaha, kreativitas dalam pengembangan bisnis, responsivitas terhadap dinamika ekonomi, penerapan etika bisnis yang berlandaskan nilai-nilai agama, serta profesionalitas kerja. Pembahasan mengungkap bahwa konsep ini sejalan dengan pandangan sejumlah ulama dan pemikir muslim mengenai pentingnya integrasi nilai akidah, syariah, dan akhlak dalam aktivitas ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan SDM bidang ekonomi menurut Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis dan keuntungan material, tetapi menekankan keseimbangan antara kompetensi, moralitas, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Ekojihad Melalui Inovasi Ekologi Perspektif Al-Qur`An Nur Wakhid; Nur Arfiyah Febriani; Muhammad Hariyadi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep ekojihad sebagai paradigma jihad kontemporer yang berlandaskan nilai-nilai al-Qur’an dalam merespons krisis ekologi global. Ekojihad dipahami tidak sekadar sebagai gerakan pelestarian lingkungan, tetapi sebagai ekspresi teologis dari tanggung jawab manusia sebagai khalîfah fî al-ardh yang berpijak pada prinsip hifzh al-bî’ah dan fiqh al-bî’ah. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan multidisipliner yang mencakup dimensi teologis, ekologis, dan filosofis dalam kerangka analisis eco-hermeneutik. Teknik analisis dilakukan melalui tafsir maudhû‘iy terhadap ayat-ayat al-Qur’an tentang amânah, mîzân, fasâd, dan ishlâh, yang dikombinasikan dengan analisis wacana kritis serta refleksi aksiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekojihad memiliki relevansi praksis yang kuat melalui inovasi ekologi, yaitu integrasi nilai-nilai Qur’ani ke dalam bidang pendidikan, teknologi ramah lingkungan, ekonomi hijau, tata kelola lingkungan, dan gerakan sosial berbasis spiritualitas ekosentris. Pembahasan penelitian menegaskan bahwa ekojihad memiliki kesesuaian dengan berbagai teori ekologi kontemporer, seperti deep ecology, ekologi transpersonal, dan etika lingkungan global, namun tetap memiliki perbedaan mendasar karena ekojihad berpijak pada wahyu sebagai sumber normatif, bersifat tauhîdiy, dan menempatkan manusia sebagai subjek etis yang bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Berbeda dengan pendekatan naturalistik dan humanistik, ekojihad menegaskan dimensi ‘ubûdiyyah dan spiritualitas teosentris dalam praksis ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekojihad melalui inovasi ekologi merupakan paradigma teologis-transformasional yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan praksis ekologis secara normatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Paradigma ini menawarkan kontribusi signifikan bagi pengembangan etika lingkungan Islam yang berakar pada al-Qur’an serta relevan dengan tantangan ekologis kontemporer.
DARI TEKS KE KONTEKS: TAFSIR TRANSFORMATIF HASSAN HANAFI DALAM MELAWAN KETIDAKADILAN STRUKTURAL Nur Arfiyah Febriani; Rusdi Rusdi; Mukhamad Ishak Nawawi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teologi Islam klasik kerap dikritik karena dianggap terlalu berorientasi pada teks dan terputus dari realitas sosial modern, lebih banyak berkutat pada perdebatan metafisik daripada masalah kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Hassan Hanafi mengenai tafsir transformatif yang menggeser paradigma teologi dari tekstual menuju kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang berfokus pada karya utama Hanafi, Min al-‘Aqidah ila al-Thawrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hanafi mendekonstruksi teologi fatalistik dan merekonstruksinya menjadi teologi pembebasan. Ia menafsirkan simbol-simbol keagamaan secara kontekstual: Tauhid sebagai persatuan sosial melawan stratifikasi, serta figur Firaun, Qarun, dan Haman sebagai arketipe dari tirani politik, monopoli ekonomi, dan legitimasi intelektual atas penindasan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa tafsir transformatif Hanafi menjadikan Al-Qur’an sebagai energi etis untuk perubahan sosial, yang menuntut agar iman dimanifestasikan dalam praksis perlawanan terhadap ketidakadilan struktural.