Stunting merupakan permasalahan serius yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, terutama pada masa balita, dengan dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan stunting pada balita di Nagari Kampung Dalam, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional dan analisis deskriptif melalui teknik Structural Equation Modeling (SEM). Sampel sebanyak 100 ibu yang memiliki balita dipilih menggunakan teknik random sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan ibu, self-efficacy, status sosial ekonomi, konsumsi ASI eksklusif, pola asuh makan, dan utilisasi pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap pencegahan stunting, dengan kontribusi terbesar berasal dari faktor sosial ekonomi (24,2%), disusul oleh pengetahuan (23,3%) dan pola asuh makan (13,5%). Selain itu, intervensi edukatif berbasis media visual “Piramida 3 Sisi” terbukti mampu meningkatkan self-efficacy ibu dalam pengasuhan, sebagaimana ditunjukkan oleh uji Paired Sample t-Test yang signifikan (p=0,009). Kesimpulannya, peningkatan kapasitas pengasuhan melalui edukasi dan penguatan faktor psikososial ibu sangat berperan dalam pencegahan stunting secara holistik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025