Tasawuf merupakan dimensi spiritual Islam yang berorientasi pada penyucian jiwa dan pencapaian kedekatan dengan Allah melalui proses transformasi batin. Penelitian ini mengkaji metodologi transformasi dalam tasawuf dengan fokus pada praktik dan tujuan spiritual yang berkembang dari masa klasik hingga modern. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai sumber primer dan sekunder seperti karya klasik para sufi dan kajian kontemporer mengenai sufisme modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi transformasi dalam tasawuf melibatkan tahapan takhalli (pembersihan diri), tahalli (penghiasan diri dengan akhlak mulia), dan tajalli (penyingkapan cahaya Ilahi), yang diimplementasikan melalui praktik dzikir, mujahadah, dan bimbingan mursyid. Dalam konteks modern, tasawuf mengalami perluasan fungsi, tidak hanya sebagai sarana spiritual, tetapi juga sebagai terapi psikologis dan sosial. Praktik sufistik seperti dzikir dan muraqabah kini diintegrasikan dengan pendekatan mindfulness dan psikoterapi Islam. Selain itu, kemunculan tasawuf digital menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan esensinya. Dengan demikian, metodologi transformasi tasawuf menjadi sarana penting dalam membangun keseimbangan spiritual, moral, dan sosial manusia modern, sekaligus menjaga kontinuitas ajaran Islam yang berorientasi pada kesadaran ilahiah dan pembentukan insan kamil.
Copyrights © 2025