Kemampuan membaca permulaan merupakan dasar penting bagi siswa sekolah dasar untuk memahami seluruh bidang pelajaran, namun banyak siswa kelas I masih mengalami kesulitan membaca sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan perbedaan kemampuan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan desain studi kasus kualitatif eksploratif dengan sumber data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi non partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan unit analisisnya adalah satu guru kelas I dan siswa di sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi melalui pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan membaca, penyesuaian tingkat kesulitan bacaan, penggunaan media yang bervariasi, serta penerapan metode discovery learning dan peer tutoring. Strategi ini berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan, mencakup aspek fonologi, mekanik membaca, pemahaman, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara terencana dan reflektif mampu menciptakan proses belajar yang adaptif, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan belajar siswa, serta dapat menjadi model praktik baik dalam penguatan literasi dasar di sekolah dasar.
Copyrights © 2025