Abstrak Model pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini dominan pada pendekatan kognitif cenderung memusatkan pada hafalan dan transfer informasi. Hal ini sering mengabaikan dimensi makna dan pengalaman spiritual siswa sebagai agen pembelajaran. Di era globalisasi, tantangan pendidikan menghadapi kebutuhan pembentukan karakter, makna, dan pemahaman yang mendalam daripada sekadar pengetahuan faktual. Penelitian ini mengusulkan Meaning-Centered Learning (MCL) sebagai alternatif pendekatan dalam pembelajaran PAI di Sekolah Al Iman Terpadu Kabupaten Sintang. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman, refleksi spiritual, serta keterlibatan aktif siswa dalam belajar PAI sehingga menghasilkan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan bermakna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa implementasi MCL mampu meningkatkan pemahaman konsep PAI secara mendalam, motivasi belajar, serta keterkaitan nilai-nilai agama dengan pengalaman hidup siswa. Rekomendasi disampaikan sebagai acuan pengembangan kurikulum PAI di konteks pendidikan terpadu di Indonesia.
Copyrights © 2025