Peningkatan kondisi permukaan dan pelebaran bahu jalan di Jorong Korong Lambah dilatarbelakangi oleh kebutuhan mempermudah distribusi hasil pertanian dan akses layanan publik yang selama ini terhambat oleh kerusakan perkerasan dan drainase tidak memadai. Metode penelitian kualitatif deskriptif diterapkan melalui wawancara terstruktur dengan perangkat nagari dan tokoh masyarakat, observasi lapangan kondisi fisik jalan, serta studi literatur terkait peran infrastruktur pedesaan dalam kerangka SDGs 9. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbaikan jalan menghasilkan peningkatan mobilitas penduduk dalam kegiatan perdagangan keliling, distribusi komoditas, dan kunjungan ke fasilitas kesehatan serta pendidikan, sekaligus memperkuat hubungan sosial melalui lebih lancarnya kegiatan gotong-royong dan acara budaya. Di sisi teknis, titik-titik tikungan tajam dan jembatan kecil masih rawan menimbulkan genangan akibat drainase belum optimal, sehingga disarankan pemasangan inlet drainase, peningkatan kemiringan badan jalan, dan pembuatan swale di bahu jalan untuk mengelola limpasan air hujan. Keberlanjutan fungsi jalan diperkokoh dengan pembentukan pokja jalan desa yang bertugas memantau kerusakan mikro dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pemeliharaan berkala. Dengan demikian, sinergi antara perbaikan fisik, mitigasi lingkungan, dan partisipasi masyarakat diharapkan menjadikan Jalan Korong Lambah sebagai infrastruktur yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025