Penelitian ini mendefinisikan tugas readability dengan waktu yang dibutuhkan partisipan dalam menemukan error pada kode program, sedangkan pada penelitian ini mendefinisikan tugas maintainability dengan waktu yang dibutuhkan partisipan dalam memperbaiki error pada kode program. Penelitian ini menerapkan true experimental design posttest-only control design dengan dua kondisi penyajian kode, yaitu dengan syntax highlighting dan tanpa syntax highlighting, serta memiliki dua potongan kode JavaScript yang masing masing mengandung satu jenis error, yaitu error penggunaan operator dan error instansiasi objek dalam memanggil class. Penelitian ini meminta setiap partisipan untuk menyelesaikan tugas readability dan maintainability pada Visual Studio Code, sehingga penelitian ini memperoleh 120 sampel data waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa syntax highlighting tidak menghasilkan perbedaan waktu yang signifikan pada tugas readability dengan nilai p-value 0,2311, tetapi syntax highlighting menghasilkan perbedaan waktu yang signifikan pada tugas maintainability dengan nilai p-value 0,001536. Penelitian ini menunjukkan bahwa syntax highlighting lebih efektif membantu partisipan ketika partisipan melakukan perbaikan kode dibandingkan ketika menemukan error. Temuan ini mengindikasikan bahwa syntax highlighting lebih bermanfaat dalam mendukung proses development yang efektif dari sisi perbaikan (maintainability) kode, meskipun tidak berdampak pada keterbacaan (readability) kode.
Copyrights © 2025