Telur merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi. Mengacu pada data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, produksi telur di Indonesia meningkat rata-rata 260.000 ton tiap tahunnya. Sebelum telur dapat dipasarkan perlu dilakukan proses penyortiran. Berdasarkan SNI 3929:2008, kualitas telur ditentukan berdasarkan beberapa parameter dan salah satunya adalah bentuk telur. Namun untuk mengetahui bentuk telur peternak perlu mengukur telur secara manual dengan menggunakan visual atau menggunakan alat ukur seperti jangka sorong yang memakan waktu dan rentan kesalahan. Oleh karena itu pada penelitian ini dikembangkan sistem benam untuk pengukuran indeks bentuk telur. Sistem menggunakan ESP32-CAM sebagai pusat pemrosesan. Sistem ini menggunakan prinsip multi kamera dimana terdapat dua kamera yang diletakkan secara ortogonal. Melalui prinsip pengolahan citra digital, data dari kedua sudut pandang diolah menggunakan metode image moment. Seluruh pendekatan ini dilakukan agar hasil pengukuran dapat seakurat mungkin dengan sumber daya yang minim dan efektif. Berdasarkan pengujian dimana sistem diuji menggunakan 32 sampel telur ayam acak. Sistem menunjukkan tingkat akurasi rata rata 98,34% dengan rata rata kecepatan waktu eksekusi 372 ms per satu kali proses. Hal ini menunjukkan sistem dapat meningkatkan efisiensi proses penyortiran telur khususnya pada skala mikro hingga menengah karena sistem didesain dan dibangun dengan komponen dan konstruksi berbiaya rendah.
Copyrights © 2026