Konflik antara Israel dan Iran memicu beragam opini publik di media sosial, khususnya pada platform X (Twitter). Karakteristik bahasa media sosial yang tidak terstruktur, kaya singkatan, dan bahasa gaul menjadi tantangan dalam analisis sentimen. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen opini publik terhadap konflik Israel–Iran di media sosial X menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan representasi teks berbasis Word2Vec, serta mengevaluasi pengaruh penerapan slang words conversion pada tahap preprocessing. Data diperoleh melalui proses web scraping terhadap cuitan berbahasa Indonesia yang relevan dengan topik penelitian. Tahapan preprocessing meliputi cleaning, case folding, tokenizing, dan slang words conversion. Representasi teks dilakukan menggunakan Word2Vec dengan pendekatan Skip-gram dan dibentuk menjadi vektor kalimat melalui sentence embedding. Klasifikasi sentimen dilakukan menggunakan SVM dengan kernel polynomial, sedangkan evaluasi kinerja model diukur menggunakan accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan slang words conversion meningkatkan kinerja model secara konsisten. Model dengan penerapan tahap tersebut menghasilkan nilai accuracy sebesar 0,7453 dan F1-score sebesar 0,7482, lebih tinggi dibandingkan model tanpa slang words conversion. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas preprocessing dalam analisis sentimen data media sosial.
Copyrights © 2026