Pengembangan aplikasi React.js menuntut efisiensi pengelolaan state seiring meningkatnya kompleksitas aplikasi. Pemilihan mekanisme state management yang tidak tepat dapat menurunkan performa akibat re-render yang tidak perlu dan penggunaan memori yang tidak efisien. Penelitian ini membandingkan performa Context API dan Zustand pada aplikasi React.js berskala kecil dan menengah menggunakan metode eksperimen kuantitatif komparatif. Aplikasi Shopping Cart dan Video Editor digunakan sebagai objek uji, dengan pengujian otomatis sebanyak 30 iterasi menggunakan Playwright. Parameter yang dianalisis meliputi processing speed, memory usage, dan ukuran aplikasi (build size). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aplikasi skala kecil, Context API memiliki processing speed yang lebih baik dengan selisih rata-rata 1.111,5 ms dan perbedaan signifikan (p < 0,001), sementara tidak terdapat perbedaan signifikan pada memory usage (p = 0,830) dan ukuran aplikasi hanya berbeda 0,01 MB. Sebaliknya, pada aplikasi skala menengah, Zustand unggul signifikan pada processing speed dengan selisih 12.751,7 ms (p < 0,001) dan menghasilkan ukuran aplikasi lebih kecil sebesar 0,17 MB, sedangkan Context API lebih hemat memori dengan selisih 1,81 MB (p < 0,001). Berdasarkan temuan tersebut, Context API lebih sesuai untuk aplikasi skala kecil, sedangkan Zustand direkomendasikan untuk aplikasi skala menengah.
Copyrights © 2026