Sumba Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki prevalensi stunting pada balita yang cukup tinggi. Pada tahun 2023, kabupaten ini menduduki peringkat pertama untuk angka kejadian stunting di NTT, yaitu sebesar 32%. Kondisi stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan anak tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas mereka di masa depan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu mengidentifikasi akar permasalahan dan faktor risiko stunting di Desa Bila Cenge. Tim pengabdian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan rumah pada 8 balita yang terdiri dari 4 balita sehat dan 4 balita stunting. Metode Positive Deviance digunakan saat kunjungan rumah untuk mengidentifikasi role model. Saat FGD, tim menemukan beberapa faktor risiko stunting, di antaranya cakupan ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif yang rendah, ibu tidak merawat anaknya sendiri, ibu tidak menemani anak saat makan, PHBS yang buruk, cakupan kunjungan antenatal yang rendah, dan masalah terkait budaya dan kemiskinan. Tim juga menemukan beberapa kasus penyimpangan positif di mana ibu dari balita sehat memiliki perilaku yang baik yang mendukung nutrisi anaknya. Edukasi kesehatan sangat diperlukan bagi masyarakat agar kasus stunting pada anak menurun dan kasus penyimpangan positif dapat dijadikan role model untuk mempromosikan perilaku sehat di antara ibu-ibu yang lain.
Copyrights © 2026