Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relationship Between Menstruation and Nutritional Status to Anemia in Female High School Students in Mentawai Islands, 2018 Dewi, Elizabeth Ameilia; Setiawan, Christianus Heru; Kurniadi, Angela; Tanumihardja, Tommy Nugroho
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 22, No 2 (2025)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.008646

Abstract

Anemia is a significant health concern, especially among adolescent females in Indonesia. Menstruation and poor nutrition are major contributors to anemia, since menstruation leads to red blood cell loss and poor nutrition hinders production. This study examines the relationship between menstrual characteristics, nutritional status, and anemia among high school female students in Muara Siberut Village, Mentawai Islands. This cross-sectional observational study involved 97 female high school students. We assessed nutritional status using BMI percentiles and categorized menstrual characteristics according to standard gynecological classifications. Anemia was diagnosed via hemoglobin measurements using a digital hemoglobinometer. Statistical analyses (p0.05) with odds ratio (OR) and 95% confidence interval (CI) utilized Chi-square or Fisher’s exact tests to explore associations between menstrual characteristics, nutritional status, and anemia. No significant correlation was observed between nutritional status and anemia (p=0.394). Conversely, a significant correlation was found between the menstrual cycle and anemia (p=0.023) as well as between menstrual length and anemia (p=0.017). Furthermore, a subgroup analysis revealed individuals with a normal menstrual cycle were at a higher risk of experiencing anemia compared to those with oligomenorrhea (OR=4, 95%CI=0.988–16.199). Additionally, the results indicated that individuals with normal menstrual length were at a higher risk of experiencing anemia compared to those with hypomenorrhea (OR=4.624, 95%CI=1.174–18.202). This study provides valuable insights into the predictors of anemia among female adolescents, emphasizing the need for targeted health education and interventions.
Identifikasi Faktor Risiko Stunting pada Balita di Desa Bila Cenge, Sumba Barat Daya Kurniadi, Angela; Hananta, Linawati
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): (inpress)
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.6917

Abstract

Sumba Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki prevalensi stunting pada balita yang cukup tinggi. Pada tahun 2023, kabupaten ini menduduki peringkat pertama untuk angka kejadian stunting di NTT, yaitu sebesar 32%. Kondisi stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan anak tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas mereka di masa depan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu mengidentifikasi akar permasalahan dan faktor risiko stunting di Desa Bila Cenge. Tim pengabdian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan rumah pada 8 balita yang terdiri dari 4 balita sehat dan 4 balita stunting. Metode Positive Deviance digunakan saat kunjungan rumah untuk mengidentifikasi role model. Saat FGD, tim menemukan beberapa faktor risiko stunting, di antaranya cakupan ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif yang rendah, ibu tidak merawat anaknya sendiri, ibu tidak menemani anak saat makan, PHBS yang buruk, cakupan kunjungan antenatal yang rendah, dan masalah terkait budaya dan kemiskinan. Tim juga menemukan beberapa kasus penyimpangan positif di mana ibu dari balita sehat memiliki perilaku yang baik yang mendukung nutrisi anaknya. Edukasi kesehatan sangat diperlukan bagi masyarakat agar kasus stunting pada anak menurun dan kasus penyimpangan positif dapat dijadikan role model untuk mempromosikan perilaku sehat di antara ibu-ibu yang lain.