Proses pembangunan proyek konstruksi adalah kegiatan yang sangat berisiko. Besarnya risiko kecelakaan kerja diakibatkan oleh kurangnya pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada lingkungan pekerjaan. Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya penerapan sistem manajemen Keselamatan Kerja (SMKK) pada proyek konstruksi. Dalam hal ini peneliti memilih sektor konstruksi gedung yaitu Proyek Pembangunan Gedung Tower Bank Mandiri Semarang sebagai fokus penelitian. Tujuan Skripsi ini adalah untuk mengetahui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja pada Proyek Pembangunan Gedung Tower Bank Mandiri Semarang, mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi dan memberikan solusi/tindakan untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja dan seluruh populasi di lingkungan proyek dengan harapan proyek dapat berjalan dengan lancar, mengetahui biaya kebutuhan SMKK pada proyek ini. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pengamatan langsung, wawancara kepada staff K3 dan SO serta penyebaran kuesioner kepada 80 sampel. Analisis dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics untuk uji validitas dan reliabilitas serta bantuan perhitungan dengan Microsoft excel. Berdasarkan hasil penelitian, Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja pada Proyek Pembangunan Gedung Tower Bank Mandiri Semarang telah dilakukan dengan sangat baik dengan porsentase 90,35%. Terdapat 5 hambatan sekaligus diberikan solusi sehingga meminimalisir atau tidak muncul masalah. Biaya yang dibutuhkan berdasarkan perhitungan diatas yaitu sebesar Rp1.189.482.060,00 (Terbilang: Satu Miliar Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Enam Puluh Rupiah). Tingkat risiko yang terjadi dapat di minimalisir apabila implementasi SMKK dilakukan dengan baik, bahkan tingkat risiko pekerjaan bisa menjadi tidak ada.
Copyrights © 2025