Penggunaan abu tongkol jagung (ATJ) dalam beton bio-komposit merupakan upaya mendukung konsep pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah. Beton bio-komposit diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam sekaligus menciptakan material alternatif dengan performa yang sesuai untuk kebutuhan perkerasan jalan kaku. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan ATJ terhadap karakteristik fisik dan mekanis beton bio-komposit, khususnya kuat tekan, kuat lentur, dan ketahanan terhadap beban lalu lintas. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan lima variasi penambahan ATJ (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) terhadap berat semen. Benda uji diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari untuk memperoleh data kuat tekan dan lentur. Komposisi kimia ATJ dianalisis menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Perhitungan mix design mengacu pada SNI 03-2834-2000 dan uji lentur menggunakan ASTM C293/C293M. Analisis statistik dilakukan dengan metode ANOVA dua arah. Hasil menunjukkan bahwa penambahan ATJ sebesar 5% memberikan performa terbaik dengan kuat tekan mencapai 23,93 MPa dan kuat lentur 12,68 MPa pada umur 28 hari. Namun, seluruh variasi ATJ menunjukkan kuat tekan di bawah standar minimum perkerasan kaku (25 MPa) menurut SNI 1979:2011. Uji ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan dari variasi ATJ dan umur terhadap sifat mekanis beton, dengan interaksi signifikan pada kuat lentur.
Copyrights © 2025