Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: a) makna denotasi ekologis puisi Indonesia; b) makna konotasi ekologis puisi Indonesia; c) makna mitos lingkungan puisi Indonesia, d) makna interaktivitas teks-alam puisi Indonesia, e) makna ekologi multilapis puisi Indonesia; dan respons pembaca. Teori payung yang digunakan semioekokritik. Penelitian ini berpendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data didasarkan pada pembacaan secara kritis, pengkodean (baca: coding), dan interpretasi. Data penelitian berupa kata, frase, kalimat, dan wacana puisi Indonesia yang bertema lingkungan alam. Teknik analisis data yang digunakan semiotika Riffaterre, melalui langkah-langkah: pembacaan secara heuristik dan pembacaan secara hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Puisi-puisi Indonesia yang dijadikan sumber data mengandung makna denotasi-ekologis pohon, bunga, rumput, ilalang, tumbuh-tumbuhan, burung, cengkerik, semut, orang tua, kota, dan kereta, (2) Puisi-puisi Indonesia mengandung makna konotasi-ekologis perasaan yang memiliki daya pikat tetapi rentan terhadap kerusakan, (3) Puisi-puisi Indonesia mengandung makna mitos-ekologis kondisi fisik pohon sebagai simbol keterikatan pada masa lalu dan sejarah, (4) Puisi-puisi Indonesia mengandung makna interaktivitas teks-alam puisi Indonesia dengan pembaca atau ajakan si aku lirik kepada pembaca untuk berdialog dengan alam.
Copyrights © 2025