Rumah adat Daerah Kota Samarinda adalah pusat kebudayaan untuk melestarikan seni dan budaya lokal. Kompleks pusat kebudayaan ini menampilkan Rumah Bubungan Tinggi (Banjar), Rumah Lamin Kutai (Kutai) dan Rumah Lamin Dayak/Rumah Panjang (Dayak). Meskipun keberadaannya masih tergolong baru namun tempat ini dapat memberi manfaat edukasi tentang budaya lokal. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality menjadi solusi inovatif untuk memperkenalkan rumah adat tersebut terutama ke masyarakat luar daerah. Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi AR sebagai media edukasi pengenalan rumah adat secara virtual dengan menerapkan metode Marker Based Tracking yang dapat diakses pada sistem operasi Android. Berdasarkan pengujian Beta Testing didapatkan hasil bahwa seluruh fitur aplikasi AR dapat berfungsi dengan optimal dan lancar. Hasil pengujian User Acceptance Testing (UAT) dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 44 sampel dari masyarakat umum pengguna smartphone Android, aplikasi AR mendapat nilai 76% dari segi komunikasi visual dan nilai 76% dari segi fungsionalitas yang menunjukkan bahwa aplikasi AR dapat digunakan dan mendapat antusiasme yang baik oleh pengguna.
Copyrights © 2025