Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi kelayakan ekonomi budidaya udang Litopenaeus vannamei: investasi nanobubble dalam meningkatkan produktivitas hasil panen Mauladani, Syifa; Rahmawati, Asri Ifani; Absirin, Muhammad Fahrurrozi; Saputra, Rizki Nugraha; Pratama, Aprian Fajar; Hidayatullah, Arief; Dwiarto, Agus; Syarif, Ahmad; Junaedi, Hardi; Cahyadi, Dedi; Saputra, Henry Kasman Hadi; Prabowo, Wendy Tri; Kartamiharja, Ujang Komarudin Asdani; Noviyanto, Alfian; Rochman, Nurul Taufiqu
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 19 No. 1 (2020): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.468 KB) | DOI: 10.19027/jai.19.1.30-38

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelayakan ekonomi usaha budidaya udang Litopenaeus vannamei dengan padat tebar 400 ekor/m2 selama 56 hari. Penelitian ini dilakukan pada kolam HDPE berukuran 800 m2 dengan menggunakan nanobubble dan non-nanobubble. Tingkat sintasan udang dan total panen pada kolam nanobubble berturut-turut meningkat mencapai 92% dan 2.255 kg. Parameter ekonomi yang dihitung terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Break Even Point (BEP), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), dan Sensitivity Analysis (SA). Biaya investasi total yang dibutuhkan untuk budidaya ini yaitu Rp 182.887.700. Pendapatan per siklus diestimasi mencapai Rp 157.850.000 dengan harga jual Rp 70.000 per kg udang. PP diestimasi setelah 4 siklus dengan NPV Rp 172.329.247 diproyeksikan setelah 10 siklus. Nilai IRR diestimasi sebesar 18% dan BEP diraih setelah produksi udang mencapai 7.058 kg. Rasio B/C diestimasi sebesar 1,26 dan SA menunjukkan bahwa produktivitas merupakan parameter yang paling berpengaruh dalam analisis ini. Berdasarkan hasil studi, budidaya udang menggunakan nanobubble layak diberi investasi.
Augmented Reality sebagai Media Pengenalan Rumah Adat Budaya Daerah Kota Samarinda Astuti, Indah Fitri; Choirunnisa, Rena Indah; Kridalaksana, Awang Harsa; Cahyadi, Dedi
JURNAL UNITEK Vol. 18 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v18i2.1847

Abstract

Rumah adat Daerah Kota Samarinda adalah pusat kebudayaan untuk melestarikan seni dan budaya lokal. Kompleks pusat kebudayaan ini menampilkan Rumah Bubungan Tinggi (Banjar), Rumah Lamin Kutai (Kutai) dan Rumah Lamin Dayak/Rumah Panjang (Dayak). Meskipun keberadaannya masih tergolong baru namun tempat ini dapat memberi manfaat edukasi tentang budaya lokal. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality menjadi solusi inovatif untuk memperkenalkan rumah adat tersebut terutama ke masyarakat luar daerah. Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi AR sebagai media edukasi pengenalan rumah adat secara virtual dengan menerapkan metode Marker Based Tracking yang dapat diakses pada sistem operasi Android. Berdasarkan pengujian Beta Testing didapatkan hasil bahwa seluruh fitur aplikasi AR dapat berfungsi dengan optimal dan lancar. Hasil pengujian User Acceptance Testing (UAT) dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 44 sampel dari masyarakat umum pengguna smartphone Android, aplikasi AR mendapat nilai 76% dari segi komunikasi visual dan nilai 76% dari segi fungsionalitas yang menunjukkan bahwa aplikasi AR dapat digunakan dan mendapat antusiasme yang baik oleh pengguna.
Makna Kidung Menurut Ulama Ahli Hikmah Cahyadi, Dedi; Ayatullah; El Zastrow, Ngatawi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/ppl.v10i2.4014

Abstract

Kidung merupakan karya sastra berbentuk nyanyian yang memiliki fungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana spiritual, doa maupun pemujaan. Kidung merupakan bagian dari kebudayaan Jawa dan memiliki pengaruh besar pada masa awal penyebaran agama Islam di Jawa. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan kidung yang di dalam baitnya dipercaya memiliki kekuatan spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kidung merupakan sarana dalam berdoa yang secara filosofi berarti iki dungo (ini doa). Para ulama ahli hikmah berpendapat bahwa kidung yang diciptakan para ulama terdahulu dalam pelaksanaan penyebaran agama Islam memiliki nuansa mistik yang sangat kuat karena setiap ciptaannya dibarengi dengan tirakat atau mujahadah yang bertujuan siapapun yang mendengarkan kidung ciptaannya menjadi lembut dan luluh hatinya sehingga mudah menerima ajaran-ajaran Islam yang dibawanya. Abstract Kidung is a literary work in the form of a song that serves not only as entertainment but also as a means for spiritual practice, prayer, or worship. Kidung is part of Javanese culture and played a significant influence during the early spread of Islam in Java. This research was conducted to explain the kidung, whose verses are believed to possess spiritual power. The study employs a qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and literature review. The results show that kidung serves as a medium for prayer, which philosophically means iki dungo (this is a prayer). Scholars of esoteric wisdom argue that the kidung created by earlier Islamic scholars during the propagation of Islam carry a very strong mystical nuance. This is because each creation was accompanied by tirakat (ascetic discipline) or mujahadah (spiritual struggle), intended so that anyone listening to their kidung would have their heart softened and melted, making it easier for them to accept the Islamic teachings being conveyed.