Resiliensi guru merupakan faktor krusial dalam menjaga kualitas instruksional di tengah dinamika beban kerja dan kondisi lingkungan sekolah yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan beban kerja terhadap resiliensi guru dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi di SD Muhammadiyah se-Kecamatan Berbah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan seluruh populasi yang berjumlah 75 guru melalui teknik pengambilan sampel jenuh (total sampling). Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sementara data dianalisis secara mendalam menggunakan analisis jalur (path analysis) serta uji Sobel untuk mendeteksi kekuatan efek mediasi secara akurat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara statistik, lingkungan kerja dan beban kerja tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap resiliensi guru, namun kedua variabel tersebut terbukti memiliki kontribusi positif dan signifikan dalam meningkatkan motivasi kerja. Hasil pengujian hipotesis mengonfirmasi bahwa motivasi kerja berperan sebagai mediator penuh (full mediation) yang menghubungkan faktor lingkungan dan beban kerja terhadap resiliensi. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi fisik maupun beban tugas hanya akan berdampak pada ketahanan psikologis guru apabila faktor-faktor eksternal tersebut mampu diinternalisasi menjadi penggerak motivasi mereka. Dengan demikian, resiliensi guru di SD Muhammadiyah Berbah tidak terbentuk secara spontan dari stimulus eksternal, melainkan sangat bergantung pada sejauh mana variabel motivasi mampu mengelola tekanan menjadi daya lenting yang kokoh, sehingga implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi manajerial yang berfokus pada penguatan aspek motivator untuk membangun guru yang tangguh di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025