Busana tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai medium ekspresi identitas, nilai budaya, serta spiritualitas. Karya busana Aurum Florae dirancang sebagai representasi visual dari tema Divine Opulence, yakni kemegahan ilahiah yang tidak semata dilihat dari aspek material, tetapi dari kedalaman batin dan kekuatan spiritual perempuan. Perancangan ini memadukan unsur flora sebagai simbol pertumbuhan jiwa dan keindahan alam, batik sebagai warisan budaya Indonesia yang sarat makna filosofis, serta resin sebagai material kontemporer yang memberi sentuhan artistik dan inovatif. Tujuan utama karya ini adalah menciptakan sebuah busana yang mampu menyampaikan narasi tentang kekuatan batin dan keanggunan spiritual melalui visual, tekstur, serta simbol yang terkandung di dalam desainnya. Pendekatan perancangan dilakukan secara eksploratif dan simbolik menggunakan model SP Gustami, yang mencakup eksplorasi konsep, perwujudan material, hingga evaluasi estetika dan fungsional. Proses produksi dilakukan secara manual dengan kombinasi teknik jahit konstruksi, aplikasi batik, bordir dekoratif, serta pembentukan ornamen bunga 3D dari kain dan resin. Hasilnya berupa gaun siluet mermaid berwarna emas, rose gold, dan olive keemasan, dengan detail bunga besar di bagian dada yang dirancang sebagai pusat visual dan simbol kekuatan batin yang mekar dari dalam diri perempuan. Melalui perpaduan antara material tradisional dan modern, Aurum Florae tidak hanya menciptakan karya fashion yang unik dan bernilai tinggi secara estetika, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi budaya dan spiritualitas dalam konteks mode kontemporer.
Copyrights © 2026