Pelayanan misi merupakan sebuah hal penting di dalam Kekristenan. Dalam hal ini, teologi selalu mendasarkan dan mempengaruhi praktik pelayanan misi. Lebih lanjut, pelayanan misi di era sekarang adalah pelayanan misi di era glibalisasi. Dengan demikian, gereja selalu perlu mengembangkan teologi yang baik dalam mengembangkan pelayanan misi di era globalisasi. Penulis di dalam tulisan ini berargumen bahwa teologi pentakosta-kharismatik memiliki potensi kontributif yang unik bagi pelayanan misi di era globalisasi yaitu memberikan dasar teologis untuk memandang isu-isu pelayanan misi di era globalisasi. Keunikan potensi kontributif teologi pentakosta terletak pada doktrin sanctification pentakosta, penekanan pada pneumatologis dan baptisan Roh. Penulis melakukannya dalam beberapa tahapan. Pertama, penulis melakukan survei mengenai isu-isu misi di era globalisasi yaitu kompleksitas budaya, pluralitas agama, lingkungan, dan kemiskinan sekaligus menunjukkan kebutuhan teologis dalam menyikapi isu-isu tersebut. Kedua, penulis menunjukkan konstruksi misiologis teologi pentakosta-kharismatik sebagai dasar teologis bagi isu-isu tersebut dengan doktrin sanctification, pneumatologi dan baptisan Roh sebagaimana dijelaskan oleh teolog-teolog pentakosta-kharismatik. Di dalam kedua tahapan tersebut, penulis menggunakan metode sistematika yang dijelaskan oleh Amos Winarto, melalui metode tersebut, penulis melakukan survei berbagai teolog pentakosta lalu menerapkannya pada isu-isu tersebut.
Copyrights © 2025