Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung koroner dan stroke banyak dipengaruhi oleh faktor risiko metabolik, termasuk obesitas, kadar kolesterol, dan trigliserida. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang sering digunakan untuk menilai status gizi dan risiko kesehatan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dengan kadar kolesterol dan trigliserida pada responden yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Data diperoleh dari data sekunder hasil pemeriksaan kesehatan di Posbindu Instansi. Variabel yang dikaji meliputi IMT, kadar kolesterol, dan kadar trigliserida. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara IMT dengan kadar kolesterol (p = 0,003) serta IMT dengan kadar trigliserida (p = 0,0001). Hubungan yang terbentuk bersifat positif, artinya semakin tinggi IMT seseorang, semakin tinggi pula kadar kolesterol dan trigliseridanya. IMT memiliki korelasi positif dengan kadar kolesterol dan trigliserida. Hal ini mengindikasikan bahwa pemantauan IMT dapat digunakan sebagai salah satu upaya deteksi dini risiko penyakit tidak menular.
Copyrights © 2025