Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Protein Content Test of Tilapia Fish Extract (Oreochromis Mossambicus) before and after Freeze Dry Using Biuret Method Walin; Hardono Susanto; Bagoes Widjanarko; Nurjazuli Nurjazuli
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 16 No. 3 (2022): Indian Journal of Forensic Medicine and Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v16i3.18312

Abstract

Objective: To determine the difference in protein content of tilapia extract before and after drying process.Materials and Methods: This study was designed with a true experimental design. The research sample wastilapia fish extract with 3 replications in each sample. The measurement of protein content was carried out onsamples before and after drying. The drying process of tilapia extract was carried out for 48 hours using a freezedryer. Furthermore, the dried samples were tested for protein content using the biuret method supported by theUV-Vis Spectrophotometer instrument. The testing stages include making the standard solution, determining themaximum wavelength, determining the operating time, and making a standard curve.Results: Showed that the protein content of tilapia extract before and after drying was 2.23% and 27.4%,respectively. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference between the proteincontent of tilapia fish before and after drying.Conclusion: There was an increase in protein content of tilapia fish extract after drying by 25.17%.
PENGARUH ROLL ON AROMATHERAPY BLENDED BIJI PALA DAN DAUN MINT TERHADAP AFTERPAINS IBU NIFAS: THE EFFECT OF ROLL ON AROMATHERAPY BLENDED NUTMEG SEEDS AND MINT LEAVES TO AFTERPAINS IN POSTPARTUM MOTHERS Hariyanto, Masita; Sunarjo, Lanny; Walin; Nurul Widyawati, Melyana
Jurnal Online Dengan Open Journal System Vol 4 No 2 (2024): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v4i2.1319

Abstract

Latar Belakang : Ketidaknyamanan pada masa nifas seperti Afterpains merupakan masalah yang memerlukan perhatian bidan karena dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental ibu. Selama masa nifas bidan perlu melakukan pengasuhan agar memastikan ibu dan bayi dalam keadaan sehat baik secara fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian roll on aromatherapy blended biji pala ( myristica fragrans ) dan daun mint ( Mentha Piperita L ) terhadap penurunan nyeri setelah nyeri . Metode Penelitian : Quasy Experimental dengan desain Pre-Test dan Post Test. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari ibu nifas berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Visual Analogue Scale (VAS) dan lembar observasi. Pemberian roll on blended aromatherapy biji pala dan daun mint kepada responden dengan cara dihirup, botol roll on berjarak + 1 cm dari lubang hidung durasi selama 30 menit dimulai 6 jam pasca melahirkan hari ke-7 sampai hari ke-15. Kelompok kontrol: Memberikan relaksasi napas dalam kepada responden mulai 6 jam postpartum hari ke-7 sampai hari ke-10 . Hasil Penelitian : Hasil uji friedman pada kelompok intervensi menunjukkan nilai P-value =0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian roll on aromatherapy blended biji pala ( myristica fragrans houtt ) dan daun mint ( mentha piperita L ) terhadap penurunan afterpains . Kesimpulan : ada pengaruh pemberian roll on aromatherapy blended biji pala ( myristica fragrans ) dan daun mint ( Mentha Piperita L ) terhadap penurunan nyeri afterpains .
KORELASI INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA Widiastuti, Anita; Walin; Sumiyati; Fitria Zuhriyatun
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/q6yx3h09

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung koroner dan stroke banyak dipengaruhi oleh faktor risiko metabolik, termasuk obesitas, kadar kolesterol, dan trigliserida. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang sering digunakan untuk menilai status gizi dan risiko kesehatan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dengan kadar kolesterol dan trigliserida pada responden yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Data diperoleh dari data sekunder hasil pemeriksaan kesehatan di Posbindu Instansi. Variabel yang dikaji meliputi IMT, kadar kolesterol, dan kadar trigliserida. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara IMT dengan kadar kolesterol (p = 0,003) serta IMT dengan kadar trigliserida (p = 0,0001). Hubungan yang terbentuk bersifat positif, artinya semakin tinggi IMT seseorang, semakin tinggi pula kadar kolesterol dan trigliseridanya. IMT memiliki korelasi positif dengan kadar kolesterol dan trigliserida. Hal ini mengindikasikan bahwa pemantauan IMT dapat digunakan sebagai salah satu upaya deteksi dini risiko penyakit tidak menular.