Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan primer menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini masalah gizi. Salah satu bentuk implementasi digital tersebut adalah penggunaan aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi E-PPGBM dalam mendukung deteksi masalah gizi di Puskesmas di wilayah Lombok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap petugas gizi dan tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pengelolaan E-PPGBM. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan tahapan Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-PPGBM berkontribusi dalam meningkatkan ketepatan pencatatan status gizi, mempercepat proses pelaporan, serta mempermudah pemantauan kasus gizi bermasalah di tingkat pelayanan primer. Namun demikian, implementasi E-PPGBM masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kualitas jaringan internet, serta beban kerja petugas yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E-PPGBM merupakan instrumen penting dalam mendukung sistem surveilans gizi di Puskesmas, meskipun diperlukan penguatan kapasitas SDM dan dukungan infrastruktur untuk mengoptimalkan pemanfaatannya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan dan implementasi sistem informasi gizi di tingkat layanan kesehatan primer.
Copyrights © 2025