Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSPEKTIF MULTISEKTOR DALAM MERESPON TINGGINYA ANGKA PERNIKAHAN USIA DINI DAN KAITANNYA DENGAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DI LOMBOK Fitri, Elisa Sulistia; Mandala, Yenny; Hidayatullah, Dhandi
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/zjgxzc98

Abstract

Pernikahan dini dan stunting merupakan dua isu yang masih menjadi tantangan krusial di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam perspektif dan peran multi-sektoral dalam merespon peningkatan angka stunting dan pernikahan dini di Lombok. Studi kasus ini menggunakan analisis kebijakan kualitatif berdasarkan Walt and Gilson’s Policy Triangle Framework, sebuah kerangka kerja untuk menganalisis kebijakan, yang mencakup empat aspek kebijakan, yaitu aktor, konten, konteks, dan proses. Peneliti melakukan wawancara mendalam semi-terstruktur dengan para pihak terkait seperti pemerintah desa, kecamatan dan DP3AKB Kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pencegahan pernikahan dini merujuk pada UU yang diatur secara tegas melalui UU No. 16 tahun 2019 dan UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Peraturan Bupati Lombok Timur No. 41 tahun 2020. Selain itu, pelaksanaan program pencegahan pernikahan dini tetap dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan. Kurangnya awareness masyarakat, mindset masyarakat terhadap pernikahan anak, dan tingkat partisipasi remaja dalam forum di masyarakat masih belum optimal. Hal tersebut yang kemudian menjadi kendala program pencegahan pernikahan dini belum efektif. Perlu dilakukan penguatan strategi kolaboratif lintas sektor dan lebih melibatkan remaja dalam forum dan pengambilan kebijakan di masyarakat.  
TRANSFORMASI DIGITAL DI PUSKESMAS: PERAN E-PPGBM DALAM MENGOPTIMALKAN DETEKSI MASALAH GIZI DI LOMBOK Fitri, Elisa Sulistia; Mandala, Yenny; Rahman, Abdul Chalel
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kp3h9822

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan primer menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini masalah gizi. Salah satu bentuk implementasi digital tersebut adalah penggunaan aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi E-PPGBM dalam mendukung deteksi masalah gizi di Puskesmas di wilayah Lombok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap petugas gizi dan tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pengelolaan E-PPGBM. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan tahapan Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-PPGBM berkontribusi dalam meningkatkan ketepatan pencatatan status gizi, mempercepat proses pelaporan, serta mempermudah pemantauan kasus gizi bermasalah di tingkat pelayanan primer. Namun demikian, implementasi E-PPGBM masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kualitas jaringan internet, serta beban kerja petugas yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E-PPGBM merupakan instrumen penting dalam mendukung sistem surveilans gizi di Puskesmas, meskipun diperlukan penguatan kapasitas SDM dan dukungan infrastruktur untuk mengoptimalkan pemanfaatannya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan dan implementasi sistem informasi gizi di tingkat layanan kesehatan primer.
Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Kenakalan dan Perilaku Berisiko melalui Pendidikan Pencegahan: Studi Berbasis Komunitas di Sekolah Asrama Muhammadiyah Selong Ulyani, Maya; Khotmi, Nurmaulia; Fitri, Elisa Sulistia; Mardani, Riasari; Hartiani, Hartiani; Mandala, Yenny
Sinesia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Pendidikan untuk Pembangunan Sosial Berkelanj
Publisher : Yayasan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/sinesia-jcs.v3i1.813

Abstract

Adolescence is a crucial transitional phase in the human life cycle, characterized by rapid biological, cognitive, and emotional changes. Psychologically, this stage is often associated with a period of storm and stress, during which individuals experience emotional instability due to simultaneous physical, social, and psychological transformations. Such conditions make adolescents particularly vulnerable to negative environmental influences that may lead to delinquency and risky behaviors if not properly addressed. This community service activity introduces an integrative approach that combines preventive education with psychoeducation to support adolescents in understanding and preventing such behaviors. The objective of this activity is to describe the implementation of preventive education and to explore participants’ responses and engagement during the program. The activity employed a preventive health education approach delivered through direct face-to-face interaction at Muhammadiyah Boarding School (MBS), East Lombok. Participants consisted of 35 students, both male and female, accompanied by two teachers. Observational findings indicated a high level of enthusiasm and engagement throughout the activity. This was reflected in students’ active participation during ice-breaking sessions, discussions, and question-and-answer interactions, which contributed to an interactive and supportive learning environment. Students demonstrated responsiveness to the material presented, indicating an increased awareness and understanding of delinquency and risky behaviors. These findings suggest that interactive and participatory educational methods are well-received and can support adolescents’ awareness. However, further evaluation using structured measurement tools is recommended to assess outcomes more comprehensively.