Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran filsafat postmodern dalam pendidikan matematika melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Filsafat postmodern menawarkan pandangan kritis terhadap kebenaran tunggal dan struktur pengetahuan yang kaku, sehingga membuka ruang bagi pendekatan pembelajaran matematika yang lebih inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada konteks budaya. Kajian ini menganalisis 35 artikel terpublikasi pada rentang tahun 2012–2025 yang relevan dengan paradigma kultural, pedagogis, dan teknologis dalam pendidikan matematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa paradigma kultural menekankan pentingnya identitas, keberagaman, dan praktik matematika berbasis budaya sebagai fondasi pembelajaran yang bermakna. Paradigma pedagogis menunjukkan perubahan menuju strategi pembelajaran kolaboratif, reflektif, dan humanistik yang selaras dengan prinsip postmodernisme. Sementara itu, paradigma teknologis mengungkap transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran melalui integrasi teknologi digital, e-learning, kecerdasan buatan, serta lingkungan virtual yang memungkinkan personalisasi dan pemaknaan ulang aktivitas matematis. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa filsafat postmodern berkontribusi pada pembentukan pendidikan matematika yang lebih demokratis, adaptif, dan relevan bagi kebutuhan abad ke-21. Integrasi aspek kultural, pedagogis, dan teknologi menjadi syarat utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kritis, dan responsif terhadap perubahansosial.
Copyrights © 2025