Jerawat adalah gangguan kulit inflamasi umum pada remaja dan dewasa muda, dengan aktivitas bakteri Propionibacterium acnes sebagai faktor utama. Penggunaan antibiotik topikal jangka panjang berisiko menyebabkan resistensi dan iritasi kulit, sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) dalam sediaan acne patch serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol, lalu ekstrak diformulasikan dalam acne patch dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% menggunakan HPMC sebagai polimer. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, ketebalan, kelembapan, ketahanan lipat, dan pH, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi agar. Hasil evaluasi fisik menunjukkan semua formula memiliki tampilan homogen, ketebalan dan bobot seragam dengan koefisien variasi di bawah batas yang dipersyaratkan, kelembapan sesuai, ketahanan lipat baik, serta pH aman untuk kulit. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan semua formula mengandung ekstrak menghasilkan zona hambat terhadap P. acnes, dengan peningkatan diameter zona hambat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Formula dengan konsentrasi 15% menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi dalam kategori sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol biji pepaya berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif antibakteri alami dalam sediaan acne patch.
Copyrights © 2025